Panglima: Pertemuan RI-GAM di Finlandia Urusan Pemerintah
Jumat, 04 Feb 2005 01:32 WIB
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan bahwa pertemuan antara Pemerintah RI dengan GAM di Helsinki, Finlandia adalah urusan pemerintah. Menurutnya, sikap TNI tinggal menunggu saja, karena pertemuan itu adalah urusan politik."Kita hanya melaksanakan apa yang menjadi keputusan politik. Sementara belum ada keputusan dari pertemuan tersebut, maka keputusan politik terakhirlah yang kita pegang, yaitu operasi terpadu di Aceh. Sebelum itu diubah, keputusan politik terakhirlah yang kita laksanakan."Hal itu dikatakan Panglima kepada wartawan usai bertemu dengan pimpinan-pimpinan redaksi media massa, di Wisma Yani, Jl. Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/2/2005) malam.Tentara AS Salah KoordinasiSementara itu, ketika ditanya mengenai adanya tentara AS yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada GAM, Tarto mengatakan bahwa itu hanya kesalahan koordinasi saja. Saat itu Pasukan AS memberikan bantuan karena melihat ada sekelompok orang yang memakai seragam TNI."Sudah kita klarifikasi, pada dasarnya ada ketentuan tempat yang akan didrop bantuan oleh mereka (tentara AS) harus ada prajurit TNI. Rupanya waktu tentara AS itu mendrop bantuan ke titik yang dituju, disana ada kelompok orang yang berseragam militer, tetapi diketahui bahwa orang-orang tersebut bersenjata AK47 (milik GAM)," jelas Tarto."Maka dipotretlah pasukan yang berseragam TNI tersebut. Pihak Amerika telah menyerahkan foto tersebut kepada kita. Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi," tegasnya.
(fab/)











































