Menurut peta BMKG, Indonesia memiliki 342 zona musim. Di mana masing-masing zona memiliki karakteristik cuaca yang berbeda-beda.
"Awal musim kemarau 2015 di sebagian besar daerah diperkirakan pada Bulan April, Mei dan Juni," kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya dalam jumpa pers di gedung BMKG, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada Bulan April, wilayah yang mengalami curah hujan kurang dari 150 mm semakin berkembang, yaitu hingga Bali, NTT dan NTB. Sulawesi Selatan seperti Makassar dan bagian selatannya juga mulai memasuki musim kemarau.
"Lalu pada Bulan Mei menarik sekali. Curah hujan di wilayah yang tadi kurang dari 150 mm, hampir tidak ada," katanya.
Kemudian pada Bulan Juni, hampir seluruh wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun pada bulan-bulan tersebut, beberapa wilayah seperti Sumatera, curah hujan kembali naik.
"Artinya hujannya semakin tinggi lagi dari utara ke bagian timur Indonesia," ucap Andi.
Dibandingkan dengan rata-rata musim kemarau pada 30 tahun terakhir, kemarau tahun ini diperkirakan sama. Sebagian wilayah yaitu sekitar 35% mengalami musim kemarau lebih cepat dan 32,5% wilayah di Indonesia lebih lambat.
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Widada Sulistya menjelaskan, musim kemarau akan mulai merata pada Bulan Juni. Kemudian puncak kemarau akan terasa pada Bulan September.
"Kapan kemarau terasa, yaitu diujung September ketika sudah beberpa bulan tidak terasa hujan," tutupnya.
(kff/fjr)











































