Dituding Suap Ketua DPRD, Sekda DKI: Kapan Saya Datang Subuh? Nggak Pernah

Dituding Suap Ketua DPRD, Sekda DKI: Kapan Saya Datang Subuh? Nggak Pernah

- detikNews
Selasa, 03 Mar 2015 20:58 WIB
Dituding Suap Ketua DPRD, Sekda DKI: Kapan Saya Datang Subuh? Nggak Pernah
Sekda DKI Saefullah
Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana alias Lulung menyebut Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah pernah menawarkan suap sebesar Rp 12,7 triliun ke Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Bagaimana tanggapan Saefullah?

"Kapan datang subuh. Kalau saya subuh minggu pertama setiap bulan di rumah dinas Sekda ngaji. Jadi nggak pernah," ujar Saefullah kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2015).

Saefullah memang mengaku bertemu Prasetyo, tapi itu terjadi di gedung DPRD. Kala itu dirinya dan pimpinan DPRD sempat berdebat alot saat diundang makan siang.

"Waktu itu kita debat di ruang pimpinan dewan, waktu itu ada gebrak meja segala. Ini kejadian sudah lama. Waktu itu saya diundang makan siang sama teman-teman ke ruang dewan," lanjutnya.

"(Beberapa hari kemudian) Pak Pras dan yang lain pidato minta maaf soal kejadian tempo hari gebrak meja juga banting buku itu saja," sambung Saefullah.

Sayang, dia enggan merinci apa pembahasan kala itu yang membuat suasana memanas. Saefullah memastikan dalam pembicaraan tersebut tidak ada negosiasi apapun terkait APBD.

"Nggak ada (nego). Jadi sistem e-budgeting kita siapapun yang minta akan kita berikan. Mau minta apa, mau minta data berapa anggaran puskesmas se-DKI, biaya gedung sekolah, jembatan, perawatan danau itu semua bisa," ucapnya.

"Siapapun minta kita kasih. Apalagi ketua dewan yang terhormat kita kasih," tutup Saefullah.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) sempat berkelakar saat mendengar dewan menuding dirinya menyuap DPRD untuk memuluskan APBD versi Pemprov. "Kemarin Sekda sekarang gua," kata Ahok.

Sebelumnya, DPRD DKI menuding ada upaya suap dari pihak Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) ke DPRD DKI, sebesar Rp 12,7 triliun‎. Namun Lulung tak bisa memastikan kapan pertemuan itu dilakukan dan meminta pertanyaan itu disampaikan ke Prasetyo saja.

Pertemuan itu dilakukan setelah Kemendagri mengembalikan draf APBD‎ yang dikirim Ahok.

"Kata Ketua (Pras dalam pertemuan dengan Sekda DKI subuh hari), untuk apa (uang itu)? Ini ada tanah, ada ini, ada ini, untuk DPRD," kata Lulung di Gedung DPRD DKI, hari ini.

(aws/fdn)


Berita Terkait