UPS dengan daya 120 KPA yang dibeli dari CV Tunjang Langit Pengadaan itu kini sudah difungsikan oleh SMKN 27 Jakarta Pusat. UPS itu adalah hasil pengadaan dari APBD 2014 yang ditawarkan Sudin Pendidikan Jakarta Pusat pada pihak sekolah saat perancangan RAPBN 2014.
Kepala Sekolah SMKN 27, Sri Nuryati mengatakan UPS itu memang berguna untuk memberi daya listrik untuk 30 komputer siswa dan komputer-komputer milik staf sekolah. Meski begitu, UPS itu sebenarnya tak benar-benar dibutuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UPS itu memang bukan pengadaan yang diajukan pihak sekolah melainkan penawaran dari Sudin Pendidikan Jakpus. Pihak sekolah sendiri mengajukan pengadaan untuk alat praktek siswa senilai Rp 1 miliar namun tak disetujui saat APBD 2014.
Seringnya APBD bermasalah akhirnya membuat pihak sekolah tak berpangku tangan dengan bantuan dana dari Pemprov DKI. Itu, Sri menyebut tahun ini sekolahnya diminta oleh Kementerian Pendidikan untuk membuat proposal pengadaan. Dalam proposal itulah sebagian alat-alat praktik siswa dimasukkan beserta perbaikan gedung sekolah dengan total anggaran Rp 11 miliar.
"Semoga yang dari kementerian bisa disetujui biar gedung bisa kita perbaiki," ucapnya.
Selain itu, sekolahnya juga mendapat bantuan dari Korea Selatan untuk kelas keahlian tata boga patisserie. Banyak alat-alat pembuatan kue seperti mixer, oven dan peralatan membuat kue lainnya yang diberikan organisasi non pemerintah dari Korsel.
Karena nama sekolah yang dipimpinnya ini masuk dalam persoalan kisruh APBD, Sri tak luput dari pertanyaan rekan maupun keluarga. Sebagian besar menanyakan kebenaran berita tersebut dan penasaran ingin tahu bentuk UPS yang harganya fantastis itu.
"Ya pada nanya 'beneran ada UPS itu di sekolahmu? Bentuknya gimana? Ya saya bilang gede banget kayak lemari'," sambungnya.
Terakhir, ia berharap ribut-ribut soal APBD ini bisa cepat selesai. Terlepas dari persoalan politik antara Ahok dan DPRD DKI, wanita asal Pekalongan itu mengatakan bahwa di dunia pendidikan siswalah yang paling dirugikan.
"Proses belajar mengajar juga terganggu karena bantuan dana yang seharusnya bisa buat proses belajar mengajar jadi tertunda cairnya. Belum kalau masih harus tender sementara tahun belajar terus berjalan dan anak-anak harus terus berpacu dengan waktu. Semoga saja cepat selesai dan cepat disahkan," pungkasnya.
(bil/ndr)











































