"Di luar sana ramai pemberitaan tentang perusahaan pemenang tender UPS yang dikatakan fiktif. Kalau kami real, kami ada kantor, berbadan hukum dan kami ada surat-suratnya," ujar Direktur CV Tunjang Langit Ulya Abdilla kepada wartawan di kantornya, Selasa (3/3/2015).
CV tersebut beralamat di Ruko Graha Indah Blok B1, Jalan Gayung Kebonsari 44. Ulya mengatakan CV ini berdiri sejak tahun 2000 dan bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa untuk berbagai macam bidang seperti elektrikal, elektronik, kapal/perahu nelayan, perlengkapan pegawai, bibit kehutanan, bibit pertanian, bibit ikan, dan lain sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya kami lakukan sesuai proses yang ada. Kami daftar dan setelah daftar kami bisa mengunduh persyaratannya, dan seterusnya hingga kami memenangkan tender," kata Ulya.
Setelah menang pun pihaknya juga diklarifikasi oleh panitia yang mengecek segala macam legal dan keabsahan perusahaan. Ulya mengaku memenangkan tender itu pada Oktober 2014 lalu.
"Saya pikir semua pemenang tender itu real, bukan fiktif. Tender ini dilakukan lewat dunia maya," jelas Ulya.
Menurutnya karena lelang dilakukan melalui dunia maya maka kantor bukan menjadi keharusan. Hal itulah yang kurang dipahami oleh masyarakat sehingga menganggap pemenang tender yang tak mempunyai kantor adalah fiktif. Kantor pemenang tender bisa jadi adalah rumah tinggal sang pemenang tender.
"Cukup meja dan kursi saja. Tidak butuh banyak pegawai juga," ujar Ulya.
(iwd/slm)











































