Kasudin UMKM Jaksel: Konsumen Indonesia Masih Asal Konsumsi Makanan

Kasudin UMKM Jaksel: Konsumen Indonesia Masih Asal Konsumsi Makanan

- detikNews
Selasa, 03 Mar 2015 16:55 WIB
Kasudin UMKM Jaksel: Konsumen Indonesia Masih Asal Konsumsi Makanan
Jakarta - Penggunaan zat berbahaya seperti boraks, formalin, dan rhodamin B masih ditemukan dalam makanan yang dijajakan para pedagang di Jakarta Selatan. Sayangnya, konsumen Indonesia masih belum awas dengan kandungan zat yang ada di dalam makanan yang dikonsumsi.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Suku Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (Kasudin UMKM) Jakarta Selatan Joko Indro Martono kepada wartawan usai mengadakan inspeksi mendadak di Pujasera Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2015).

"Indonesia itu makan asal makan, tau-tau ada zat pewarna dan pengawet," kata Joko. Seperti saat sidak di Pujasera Blok S hari ini, Joko menemukan ada makanan berupa kerupuk yang mengandung rhodamin B (pewarna tekstil).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai sosok yang bertanggung jawab dalam pengawasan zat dalam makanan yang dijual di kawasan Jakarta Selatan, Indro kembali menjelaskan pentingnya makanan sehat. Katanya, makanan yang mengandung rhodamin B, boraks, ataupun formalin berbahaya dan tak layak dikonsumsi.

"Rhodamin B tergolong pewarna merah-merah yang digunakan untuk tekstil. Yellow metil, untuk kerupuk, ketiga boraks, zat pemutih pakaian yang sering dijumpai di dalam tahu atau lontong. Sementara formalin adalah pengawet mayat yang masih suka ditemukan dalam bahan makanan," jelasnya.

Sebanyak 25 sampel makanan di Pujasera Blok S diuji oleh sudin UMKM bekerjasama dengan Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM).β€Ž Pedagang yang kedapatan masih menggunakan zat berbahaya untuk pertama kali masih diberi peringatan supaya tidak menggunakan bahan makanan yang berbahaya.

"Pertama masih kita beri peringatan, lalu yang kedua kita telusuri beli di mana. Kalau masih nekat akan ditutup," kata Indro.

Selain itu, Indro juga memberi imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Dia meminta masyarakat pintar dalam memilih makanan supaya tak terjangkit zat berbahaya.

"Pengarahan peringatan pertama beli makanan itu di mana, lebih banyak pengetahuan mengenai ciri-ciri makanan yang mengandung zat berbahaya. Kalau sudah tahu, nanti jangan beli ke sana lagi," tutupnya.

(rni/bar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads