Pernyataan itu disampaikan Kepala Suku Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (Kasudin UMKM) Jakarta Selatan Joko Indro Martono kepada wartawan usai mengadakan inspeksi mendadak di Pujasera Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2015).
"Indonesia itu makan asal makan, tau-tau ada zat pewarna dan pengawet," kata Joko. Seperti saat sidak di Pujasera Blok S hari ini, Joko menemukan ada makanan berupa kerupuk yang mengandung rhodamin B (pewarna tekstil).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rhodamin B tergolong pewarna merah-merah yang digunakan untuk tekstil. Yellow metil, untuk kerupuk, ketiga boraks, zat pemutih pakaian yang sering dijumpai di dalam tahu atau lontong. Sementara formalin adalah pengawet mayat yang masih suka ditemukan dalam bahan makanan," jelasnya.
Sebanyak 25 sampel makanan di Pujasera Blok S diuji oleh sudin UMKM bekerjasama dengan Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM).β Pedagang yang kedapatan masih menggunakan zat berbahaya untuk pertama kali masih diberi peringatan supaya tidak menggunakan bahan makanan yang berbahaya.
"Pertama masih kita beri peringatan, lalu yang kedua kita telusuri beli di mana. Kalau masih nekat akan ditutup," kata Indro.
Selain itu, Indro juga memberi imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Dia meminta masyarakat pintar dalam memilih makanan supaya tak terjangkit zat berbahaya.
"Pengarahan peringatan pertama beli makanan itu di mana, lebih banyak pengetahuan mengenai ciri-ciri makanan yang mengandung zat berbahaya. Kalau sudah tahu, nanti jangan beli ke sana lagi," tutupnya.
(rni/bar)











































