"Saya kaget, kok ada zat kimia, padahal saya nggak tahu yang gitu-gituan," ujar Mulya ketika diajak berbincang oleh Kasudin Usaha Mikro Kecil Menengah Jaksel, Indro Martono di kawasan Pujasera Blok S, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (3/3/2015).
Mulya menyebut bahan makanan untuk warung lontongnya, dia beli di pasar yang tak jauh dari tempatnya berjualan. "Biasanya saya beli di pasar bawah. Sudah biasa beli di sana. Nggak tahu deh ternyata ada zat berbahaya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar penjelasan itu, Mulya berjanji mengganti bahan baku dagangannya dengan tak lagi membeli di tempat lama. "Saya kapok Pak, nggak mau lagi belanja di sana lagi," kata wanita berkerudung ini.
Seorang konsumen Mulya bernama Andini (23) sempat ditanyai mengenai warna kerupuk yang ada di dalam lontong sayur. Menurutnya tak ada masalah dalam rasa, meskipun ketika dikunyah ada sensasi aneh di dalam mulut.
"Kalau kerupuknya enak sih,kriuk-kriuk gitu. Tapi pas dimakan ada rasa aneh gitu di mulutn lengket di langit-langit, nggak kayak makan kerupuk yang biasa," kata dia.
Andini juga mengatakan bahwa warna kerupuk terlihat lebih merah dari biasanya. "Warnanya juga agak merah ya, ya beda aja," jelas Andini yang mengaku masih mengkonsumsi kerupuk lontong sayur tersebut.
(rni/fdn)











































