"Hak angket melekat pada dewan bukan di fraksi. Tentu saja saya ikut dalam hak angket ini saya ingin ungkap kebenaran bukan untuk tujuan yang lain. Kita sebagai institusi dewan merasa ingin memperbaiki citra dewan yang dalam konotasi publik kurang baik," ujar Inggard.
Hal ini disampaikannya di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2015). Inggard pun akan menjelaskan alasannya itu ke DPP dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inggard belum mengetahui apakah 4 anggota fraksinya akan menaati perintah pusat atau mbalelo seperti dirinya. Namun menurutnya, fraksi sudah bersurat kepada dewan pusat.
"Belum, tapi dari fraksi sudah ada surat ke dewan untuk pimpinan. Saya kurang tahu, kayaknya kemarin," kata Inggard.
"Tidak takutkah dengan sanksi partai?" tanya wartawan.
"Bukan takut atau nggak, tapi kita kan memperjuangkan hak. Saya harap partai bisa bijaksana menyikapi ini," tutupnya.
Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella telah angkat bicara soal mbalelonya Inggard. Menurutnya, Inggard terancam sanksi berat jika terus membangkang perintah partai.
(aws/bar)










































