Ahok keluar dari dalam Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2015), pada pukul 13.30 WIB. Dengan mengenakan batik hijau kuning, Ahok menemui pendukungnya.
Puluhan orang itu termasuk aktivis dan pengamat Ray Rangkuti mengatasnamakan dirinya sebagai Pijar Indonesia. Tanpa mobil komando dan atribut demo, mereka hanya membawa spanduk ukuran 0,5 x 0,5 meter bergambar wajah Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu, ini (petisi) kami serahkan kepada Pak Ahok sebagai dukungan membongkar dan menghabisi mafia anggaran di DPRD DKI," kata βRay kepada Ahok.
Sebelum Ahok keluar, puluhan orang ini telah berkumpul di teras Balai Kota dengan pakaian rapi sehingga tak ada pagar betis dari kepolisian.
Aksi mereka memang tidak menimbulkan bising suara yang lazim biasanya digelar kelompok masyarakat. Mereka tak membawa pengeras suara atau bendera-bendera. Hanya poster gambar Ahok dan yel-yel dukungan terhadap Ahok untuk bongkar mafia anggaran di Pemprov DKI yang mewarnai aksi mereka.
"Hidup Ahok! Ganyang mafia anggaran!" ujar puluhan orang yang didominasi ibu-ibu itu.
(vid/fdn)











































