Bertindak sebagai tuan rumah acara ini adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi). "Ini merupakan pertemuan puncak, tokoh-tokoh Muslim dan Buddha," ujar Ketua Umum MUI Din Syamsuddin di sela-sela acara yang bertema "Overcoming Extremism and Advancing Peace with Justice" di Hotel Sheraton, Yogyakarta, Selasa (3/3/2015).
Sejumlah delegasi berasal dari beberapa negara di antaranya Thailand, Sri Lanka, Norwegia, Bangladesh, dan Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan 3/5 penduduk Asia adalah Muslim dan Buddha. Oleh karena itu, ini adalah upaya untuk dialog dan kerjas ama," ujar Din.
Menurutnya, pertemuan antar umat beragama selama ini lebih sering mempertemukan agama-agama langit.
"Kan ada agama yang lahir dari pemikiran yang dalam, seperti Sinto, Buddha, jarang terjadi," katanya.
Hadir di acara ini Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenag Abdul Rahman Mas'ud, Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Slamet Effendy Yusuf, dan Wakil Menlu Abdurrahman Mohammad Fachir.
Bagian dari Forum ini adalah Muhammadiyah, International Network of Enganged Buddhists (INEB), International Movement for a Just World (JUST), dan Religions for Peace (RfP).
Acara ini akan berlanjut hingga besok Rabu (4/3/2015). Semua peserta pertemuan ini besok pagi akan bertolak ke Candi Borobudur untuk membacakan hasil pertemuan ini.
"Besok pagi semua peserta akan dibawa ke Borobudur untuk menyatakan pernyataan bersama," tutup Din.
(sip/try)











































