"Itu suatu momentum emosional persaingan, karena Pak Amien memang memposisikan diri memberikan dukungan kepada satu calon (Zulkifli Hasan-red). Situasinya begitu, harus dilihat sebagai situasi emosional dalam persaingan politik yang sangat keras dan dinamis," kata AM Fatwa kepada detikcom, Selasa (3/3/2015).
βFatwa yang juga salah seorang deklarator PAN mengatakan, permasalahan yang diungkit Amien soal sikap Hatta menemui Jokowi secara diam-diam sudah diketahui luas oleh publik, dan konteksnya hanya untuk mengucapkan selamat karena 1 September itu Jokowi telah menjadi Presiden terpilih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara soal ketidakhadiran Hatta dalam penutupan Kongres IV semalam, Fatwa juga menjelaskan bahwa Hatta bukan ingin sengaja tidak hadir dalam penutupan, tapi ada situasi psikologis terkait dengan peserta kongres yang mendukungnya.
"Pagi (sebelum penutupan) Zulkifli komunikasi dengan Hatta. Dia (Hatta) psikologisnya harus diketahui, dia harus memberi empati kepada pendukungnya. Faktor itu," kata Fatwa.
"Coba lihat sikap Prabowo yang tidak serta merta memberi pengakuan kepada Jokowi. Persoalannya bukan etika demokrasi, tapi dia harus beri empati kepada pendukung fanatiknya. Jadi harus dilihat dari sudut itu," Sambung Fatwa menjelaskan.
Sebagaimana diketahui, Amien Rais melontarkan pernyataan keras saat memberi sambutan dalam pembukaan Kongres PAN. Amien menyebut Hatta diam-diam menemui Jokowi padahal izin kepadanya untuk menemui petinggi KMP.β
Hatta langsung mengklarifikasi dan membantah dirinya bohong. Hatta bahkan membuat pernyataan di Twitter soal 'siapa sebenarnya yang bohong'. Lalu dijawab Amien dengan 'tanya hati nurani'. Sementara itu, Kongres IV PAN telah berakhir dengan menetapkan Zulkifli Hasan sebagai ketua umum.
(iqb/bar)











































