"Saya tahu anggaran UPS saja baru hari ini, sekarang ada anggaran buku. Saya agak bingung," kata Ketua Fraksi PKB di DPRD Hasbiallah Ilyas saat dihubungi, Selasa (3/3/2015).
Ternyata Hasbiallah mengaku baru tahu soal anggaran UPS yang juga fantastis itu. Kembali soal anggaran buku trilogi Ahok, sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budiman membantah mengusulkan anggaran itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak ngerti yang dimaksud siluman itu apa," ucap Hasbiallah singkat.
Meski bingung soal adanya anggaran-anggaran bernilai fantastis dalam APBD DKI 2015 versi DPRD DKI, Hasbiallah menyatakan polemik ini bisa dijadikan pelajaran.
"Ini hikmahnya yang bisa kita ambil," imbuhnya.
Polemik ini memang menyeruak dan disertai aksi penggunaan hak angket dari DPRD DKI terhadap Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok). PKB kini mengambil hikmah dari rentetan problema politik ini.
Dikatakan Hasbiallah, seharusnya PKB bisa mempertahankan usulan penggunaan hak interpelasi daripada ikut menyetujui hak angket.
"Coba usul interpelasi diterima, kan gampang. Karena dulu partai-partai besar menginginkan angket. Hanya PKB interplasi," kata Hasbiallah.
Kini sikap fraksi PKB dalam mendukung hak angket mulai goyah. "PKB belum punya sikap yang jelas," kata dia.
(dnu/bar)











































