"Ketika kasasinya ditolak, saya bilang silakan dipertimbangkan untuk persoalan kasasi dan PK. Saya belum ikut campur dan mereka pun mengatakan nampaknya usaha kita ini sudah maksimal. Kalau memang sudah maksimal ayo kita pikirkan lagi apa yang mesti kita lakukan, banyak opsinya," kata Ruki saat berbincang di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2015) malam.
Dalam salah satu pertemuan, sempat tercetus ide untuk menghentikan penyidikan. Namun, jika KPK menghentikan penyidikan Komjen BG, pasti dampak di masyarakat akan begitu gaduh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya disepakati bagaimana kalau perkara ini kita serahkan dengan cara pelimpahan yang dibenarkan dengan UU," imbuh Ruki.
Setelah para pimpinan satu suara, dimulailah komunikasi intens dengan pihak kejaksaan agung dan Mabes Polri. Pimpinan KPK beberapa kali melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi Kejagung dan Mabes Polri.
"Nah di situlah kita mulai melakukan komunikasi yang intens, baik yang sifatnya formal maupun informal, yang kadang-kadang bersama-sama, yang kadang-kadang sendiri. Tapi sendiri sekalipun diketahui kedatangan kita itu, itu semua kita lakukan hingga akhirnya kemarin hari Minggu jam 2 siang diputuskan kita bicara secara teknik. Pembicaraan final selesai, sehingga kita semua sepakat eksekusinya hari Senin," tuturnya.
"Hari senin kita eksekusinya dan sekarang saya mau tarik nafas dulu sebentar dan saya yakin saya bakal diserang oleh internal, oleh orang luar, oleh teman-teman (wartawan) semuanya. Sudah saya mau pulang dulu," ujar Ruki sambil beranjak pergi meninggalkan kantornya.
(kha/kff)











































