MITI: Blue Print Aceh Harus Libatkan Pemuka Masyarakat

MITI: Blue Print Aceh Harus Libatkan Pemuka Masyarakat

- detikNews
Kamis, 03 Feb 2005 17:25 WIB
Jakarta - Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) menyarankan pemerintah melibatkan pemuka masyarakat dalam menetapkan blue print Aceh. Selain itu, diharapkan masjid dijadikan pusat kegiatan masyarakat Aceh yang religius.Kedua hal tersebut masuk dalam enam usulan rekomendasi MITI untuk penanganan Aceh pasca tsunami yang menyangkut tata ruang dan wilayah yang saat ini dibutuhkan rakyat Aceh."Kami hanya ingin memberikan kontribusi bagi bangsa dan semoga hal ini dapat diterima sebagai amal yang baik, dan dapat bermanfaat," kata Ketua MITI As Natio Lasman dalam worhsop MITI tentang Tata Ruang NAD Pasca Tsunami di Hotel Sahid, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Kamis, (3/2/2005).Rekomendasi yang akan disampaikan, menurut Lasman, pertama, menyarankan kepada pemerintah bahwa rakyat Aceh adalah masyarakat yang religius sehingga harus memposisikan masjid sebagai pusat kegiatan yang didukung berbagai kegiatan ekonomi disekitarnya.Kedua, penetapan blue print pembangunan Aceh harus melibatkan para pemuka masyarakat. Ketiga, perlu dipikirkan oleh pemerintah untuk memindahkan atau mengembangkan kegiatan ekonomi dan pemukiman di pantai sebelah timur, karena tingkat keracunan lingkungan yang cukup tinggi di pantai sebelah barat.Keempat, pembangunan kampung seyogyanya dilaksanakan sekaligus dengan membangun industri yang dapat menampung hasil kerja rakyat. Misalnya, hasil-hasil laut.Kelima, diusulkan pembangunan tata ruang Aceh dengan konsep Aceh sebagai kota modern dengan nilai-nilai Islam hidup didalamnya tidak seperti kota-kota modern pada umumnya. Misalnya, Jakarta yang cenderung bercorak kota kapitalis barat.Keenam, pengembangan tata ruang dan wilayah pada daerah-daerah pantai di sebelah barat perlu diperhatikan karena mengalami penurunan hingga mencapai 30 meter. Dan, setelah mendapatkan akurasi data penurunan tersebut, pemerintah harus melakukan tindakan yang tepat.Selain merekomendasikan hal itu, MITI juga memberikan kontribusi pembuatan tiga unit pemurnian air layak minum yang kapasitasnya dapat menampung sekitar 250 liter per jam dana setiap unitnya yang bisa dinikmati sekitar 1.500 orang. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads