Pasalnya, walau berhasil mendapatkan Ketua umum baru yakni Zulkifli Hasan, namun partai yang lahir di era reformasi ini justru kehilangan salah satu tokohnya yakni mantan Wakil Ketua Umum DPP Dradjad Wibowo yang memutuskan mengundurkan diri dari politik praktis dan kepartaian. Dradjad mengaku ingin menekuni profesinya sebagai ekonom.
"Saya pribadi mengucapkan selamat kepada Bang Zul, semoga ke depan bisa membawa PAN ke arah lebih baik. Tetapi saya prihatin dengan mundurnya Mas Dradjad. Ini kehilangan besar bagi PAN," ungkap Pengamat Hukum Andri W Kusuma di Jakarta, Senin (2/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andri yang kader PAN ini juga menyatakan mengikuti jejak gurunya tersebut dengan keluar dari PAN. "Saya juga mengucapkan selamat tinggal kepada PAN pada kesempatan ini. Semoga PAN lebih baik ke depannya," pungkasnya.
Sebelumnya, pasca terpilihnya Zukifli Hasan sebagai ketua umum PAN, Drajad menyatakan mengundurkan diri dari partai tersebut. Drajad mengaku sebenarnya sudah memiliki niat mundur sejak 2009, yaitu ketika ia sudah tidak bersedia maju lagi untuk dijadikan calon anggota legislatif di DPR.
"Namun panggilan tugas kepartaian membuat saya ikut memimpin PAN. Terimakasih atas kerjasama dan persahabatan teman-teman semua," ungkap Dradjad.
(van/try)










































