"Dihajar orang banyak. Bahkan pengedara motor berhenti, kemudian ikut menendang begal itu. Selanjutnya, pengedara motor lain berhenti lagi, melihat, ikut menendang lagi," kata penjaga pintu perlintasan kereta api bernama Edi Supriyanto di posnya, Jl Purbaya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2015).
Edi menyatakan si jambret itu babak belur dan tak berdaya lagi. Bahkan seorang saksi mata lain menuturkan celana si jambret sampai sobek. Edi menyatakan memang pria itu dihajar cukup lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa pengeroyokan pagi tadi inilah yang membuat lalu lintas di Jalan Raya Pasar Minggu dengan Jalan Purbaya sempat terganggu. Ini karena pengguna jalan menyempatkan diri berpartisipasi.
"Itu yang menyebabkan sampai macet tadi," kata Edi.
Diberitakan, si jambret ini tewas di Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta. Pria ini bernama Cecep Saidin (36). Barang bukti berupa sebilah golok sudah berada di tangan polisi.
Usut punya usut dari keterangan polisi, ternyata kawanan kriminal itu berusaha menjambret tas seorang perempuan. Namun usaha mereka tak berhasil. Motor yang mereka kendarai ternyata juga bukan hasil curian dari si perempuan korban.
Muhammad Ali, rekan Edi, adalah orang yang berhasil menangkap penjambret itu. Menurut penuturannya, jambret yang dia tangkap bertinggi sekitar 168 Centimeter, kurus, dan, "Orangnya kelihatan bersih."
Dia mengenakan kemeja kotak-kotak lengan panjang dilapisi jaket hitam. Sementara kawannya yang mengendarai motor dan lolos itu memakai kaos coklat dan celana jeans. "Pakai helm 'full face'," kata Ali.
(dnu/mad)











































