Kisruh Ahok vs DPRD DKI, #SaveAhok Diserukan di Media Sosial

Kisruh Ahok vs DPRD DKI, #SaveAhok Diserukan di Media Sosial

- detikNews
Jumat, 27 Feb 2015 23:08 WIB
Kisruh Ahok vs DPRD DKI, #SaveAhok Diserukan di Media Sosial
Jakarta - Kisruh antara Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD yang berujung pada pengajuan hak angket terkait APBD 2015 telah menyita perhatian. Terlebih ketika Ahok mulai membeberkan munculnya 'dana siluman' sebesar Rp 12,1 triliun melalui pembelian perangkat UPS (Uninterrupted Power Supply).

Tentu saja angka yang terbilang fantastis itu menjadi buah bibir, tak terkecuali di Twitter. Selama beberapa hari terakhir #SaveAhok ramai digaungkan oleh netizen di jejaring microblogging tersebut.

Mereka meminta agar mantan Bupati Belitung Timur itu tidak gentar dalam membuka kartu-kartu oknum di tubuh legislatif terkait upaya penyelipan 'dana siluman'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"SaveAhok retweet yang setuju.." kicau @adibhidayat, Jumat (27/2/2015).

Kicauan saveahok ini memang ramai sejak siang dan memuncaki trending topik Indonesia.

"APBD harus sesuai dengan kebutuhan, yang tidak perlu dipotong saja anggarannya #SaveAhok." Imbuh akun @Yud_ie.

Ahok juga sempat mempertanyakan harga satuan perangkat UPS kepada salah seorang temannya. Baik menurut Ahok maupun temannya, harga satu unit UPS tidak mencapai miliaran rupiah.

Hal tersebut juga mendapat tanggapan dari salah seorang netizen pemilik akun @artonpower. Dia mengatakan angka sebesar itu tidak masuk akal.

"Saya yang biasa beli UPS dengan spesifikasi industrial dan kapasitas gede nggak semahal itu @KPK_RI #SaveAhok #SaveAhok," tulisnya.

"Kalau memang sangat dibutuhkan kantor-kantor itu cukup beli UPS komersial saja yang murah. Tujuannya cuman back up kalau PLN mati kan! #SaveAhok," lanjut @artonpower.

Seolah menanggapi semua itu, Ahok sempat mencuit pendapatnya mengenai apa yang terjadi saat ini melalui akun pribadinya yakni @basukit_btp. Tulisan yang di-posting sekitar pukul 07.18 WIB itu pun di-retweet hingga 1.245 kali dan disukai sebanyak 315 orang.

"Saya menghormati langkah politik DPRD DKI. Tapi saya yakin masyarakat Jakarta yang waras pasti tidak rela APBDnya digunakan sembarangan," kicau Ahok.

(aws/spt)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads