"Nggak ada tuh, saya malah nggak tahu. Saya rasa teman-teman lurah khususnya se-Jakarta Barat juga pasti nggak ada karena biasanya kalau 1 tahu, yang lain juga sama," ujar Lurah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Anik Sulastri saat berbincang, Jumat (27/2/2015).
"Kelurahan Tegal Alur tahun 2014 dan sekarang tidak ada pengadaan UPS karena memang belum kita butuhkan," tegasnya.
Anik mengatakan sampai dengan saat ini tidak pernah ada yang namanya perangkat UPS di kelurahan. Meski demikian, dia tidak mempersoalkan itu karena menurutnya masih banyak hal yang lebih bermanfaat bagi warganya untuk diutamakan.
"Saya sebagai lurah mengutamakan aspirasi masyarakat untuk mengakomodir kebutuhan skala prioritas. Jadi hubungan dengan UPS kami rasa blm terlalu mendesak untuk diadakan karena bukan kebutuhan yang bersifat segera dan perlu dipikirkan biayanya juga tinggi," terang Anik.
Sebelumnya, Ahok begitu terkejut dan murka dengan munculnya dana 'siluman' sebesar Rp 12,1 triliun dalam APBD 2015 yang dikirimi DPRD. Dia pun langsung memanggil lurah untuk mengkonfirmasi perihal kebenarannya.
"Saya sudah panggil lurah, ada videonya, nggak ada yang ngusulin. Lurah saja kaget. Satu kantor lurah dibeliin UPS Rp 2,4 miliar. Tapi sekolah masih sama Rp 6 miliar," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/2) malam.
(aws/gah)










































