"Kami akan publikasikan hasil Halaqah ini dan didiskusikan beberapa kota di Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk menyebarkan semangat kebhinekaan, toleransi dan anti-diskriminasi”. Terang Direktur Riset Maarif Institute Ahmad Fuad Fanani, Jumat (27/2/2015).
Maarif Institute pun sudah menggelar halaqah kebhinekaan di Jakarta pada 24-26 Februari. Acara yang dihadiri Menag Lukman Hakim ini menelurkan beberapa pemikiran dan rekomendasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mendorong Masyarakat umum, khususnya ormas Islam, untuk melihat keragaman sebagai realitas sosial yang tidak bisa dinafikan dan karena itu dalam bersikap, bertindak dan mengeluarkan fatwa keagamaan untuk selalu mempertimbangkan realitas ini," jelas Fanani.
Kemudian mendorong Pemerintah daerah untuk mempertimbangkan kebhinekaan dalam proses pembuatan legislasi dan regulasi di tingkat daerah.
"Dan mendorong Pemerintah Republik Indonesia dan berbagai lembaga kenegaraan untuk menjaga kehidupan yang harmonis dan mencegah adanya konflik dengan menggunakan fakta keragaman masyarakat," tutup Fanani.
(fjr/ndr)











































