"Yang dilaporkan 2012-2015. Tapi yang paling banyak 2014 dan 2015," ujar Ahok di kantor KPK Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (27/2/2015).
Ahok tak mengungkap nominal dana misterius yang mendadak terselip di APBD 2012 sampai 2014 itu. Namun untuk 2015, besaran dana siluman itu sebesar Rp 12,1 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan politikus Gerindra ini mengatakan dia juga membawa bukti-bukti dana siluman yang diduga sudah ada sejak 2012 itu. Di 2014 misalnya, dia sudah mencoba mencegah adanya dana misterius, namun dana tersebut tetap terpakai juga.
"Di tahun 2014 itu ada 55 sekolah yang kami kecolongan. Pak Lasro, kepala dinas pendidikan berhasil menyisir Rp 4,3 triliun yang tidak dieksekusi. Tapi ternyata ada 55 kegiatan yang tereksekusi. Nah ini juga sekarang dipakai pola ini," kata Ahok.
Saat ini bola berada di tangan KPK yang baru saja mendapatkan laporan Ahok. Lembaga antikorupsi ini sedang menelaah laporan tersebut.
"Kami serahkan sepenuhnya ke KPK," ujar Ahok.
(fjr/fdn)










































