"Masyarakat jangan mau diiming-iming. Kita banyak menemukan (calon peserta) kemudian ditipu. Mengurus kartu diminta Rp 100 ribu, padahal hanya Rp 25 ribu, terus hilang orangnya," kata Dirut BPJS Fahmi Idris di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (27/2/2015).
Oleh karena itu saat ini, lanjut Fahmi, pihaknya melibatkan kepolisian untuk menindak para calo tersebut. Masyarakat juga diimbau untuk mengurus sendiri atau melalui sistem online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi mengakui terkait calo itu juga sempat disinggung dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi. Namun yang disinggung calo yang ada di rumah saki-rumah sakit.
"Tadi yang kita diskusikan di rumah sakit. Saya nggak mau lah, tanya rumah sakit. Itu bagian rumah sakit. Saya (jelaskan) calo di BPJS," ungkapnya.
(mpr/fdn)










































