Kirab Ayam Raksasa Tandai Perayaan Imlek di Semarang

Kirab Ayam Raksasa Tandai Perayaan Imlek di Semarang

- detikNews
Kamis, 03 Feb 2005 15:39 WIB
Semarang - Perayaan Imlek 2556 di Semarang sepertinya bakal meriah. Selain menggelar pasar malam bertajuk Pasar Imlek Semawis pada tanggal 5 - 8 Februari ini, Tionghoa Semarang juga mengirab ayam raksasa, Kamis (3/2/2005).Ayam berbentuk jago tingginya mencapai 7 meteran. Sedangkan, lebarnya sekitar 3 - 4 meter. Hasil karya ini direncanakan akan dicatat oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai ayam buatan terbesar.Kirab dimulai dari Taman Seteran, Jl Seteran Tengah. Satu grup barongsai terlihat mengawal ayam raksasa itu. Mereka berjalan di barisan terdepan. Selain itu, tampak juga bendi (kereta kuda) yang berpenumpang orang-orang cebol atau pendek.Dari Taman Seteran, kirab dilanjutkan melalui Jalan Suyudi, Gajah Mada, Panjaitan, MT Haryono, Jagalan, Sebandaran, dan finish di Kawasan Pecinan Semarang, Jl Gang Baru. Karena animo masyarakat sangat tinggi, kirab itu membuat jalan-jalan macet.Kemacetan sudah dimulai saat kirab baru saja dimulai. Jalan di seputaran Gajah Mada sudah penuh sesak kru kirab dan masyarakat. Begitu mereka memasuki kawasan padat lalu lintas seperti Jl Panjaitan dan MT Haryono, kemacetan total tak lagi tertahankan.Di beberapa tempat, kru kirab harus kerepotan mengambil spanduk yang melintang di tengah jalan. Pasalnya, ayam raksasa tak bisa lewat kalau spanduk itu masih dipasang. Mereka tiba di Kawasan Pecinan sekitar pukul 15.00 WIB.Ketika memasuki Kawasan Pecinan, Jl Jagalan, barongsai, bendi, dan ayam raksasa sesekali berhenti tiap kali melewati klenteng. Mereka memberi penghormatan pada dewa-dewa. Sebagaian kru membagi-bagikan produk Jamu Jago secara gratis.Sementara itu, aktifitas menjelang Imlek membuat Kawasan Pecinan benar-benar religius. Di segala penjuru asap dupa Cina (Hio) menyengat hidung. Terlebih bagi kawasan yang berdekatan dengan klenteng yang jumlahnya tak dapat dihitung dengan jari tangan."Panitia telah mempersiapkan 160 stan yang terdiri dari stan makanan dan minuman tempo dulu, obat-obatan, pernak-pernik oriental, pengobatan alternatif, seni budaya, dan pameran foto," papar Ketua Panitia Pasar Imlek Semawis Benita Eka Arijani.Benita menambahkan, panitia juga menyuguhkan berbagai hiburan gratis. Misalnya, pentas barongsay, wushu, demo masakan Cina, drama Sam Pek Engtay, dan solo organ. "Pokoknya semuanya sudah siap digelar," tandasnya pendek. (nrl/)


Berita Terkait