Sutiyoso Siap 'Tantang' DPRD Soal Kenaikan Tarif PAM

Sutiyoso Siap 'Tantang' DPRD Soal Kenaikan Tarif PAM

- detikNews
Kamis, 03 Feb 2005 15:19 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso siap memberikan penjelasan kepada anggota DPRD perihal kenaikan tarif PAM. Namun, dia juga mempertanyakan keinginan sejumlah anggota dewan yang ingin memutuskan kontrak kerjasama antara PD PAM Jaya dengan dua investornya Palyja dan TPJ (Thames PAM Jaya).Sutiyoso menyatakan, jika kontrak kerjasama dibatalkan, maka siapa lagi yang bersedia menanamkan investasinya di PD PAM Jaya."Kalau dia (investor) dibubarkan siapa yang mau investasi. Itu pertanyaan saya," ujarnya di Balai Kota, Jl. Medan Merdeka SelatanSehari sebelumnya, Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Nurmasyah Lubis mengancam akan memutuskan kontrak kerjasama antara PD PAM Jaya dengan dua investor asing yaitu PT Palyja dan TPJ.Ancaman tersebut karena adanya kenaikan tarif PAM sebesar 8,14 persen terhitung mulai awal bulan ini. Namun, Sutiyoso menyatakan, dalam perjanjian dengan dua investor tersebut diketahui adanya kenaikan tarif otomatis dan kenaikan itu telah disetujui DPRD.Hanya saja beberapa anggota DPRD mengaku tidak mengetahui dengan isi persetujuan atas kenaikan tarif PAM tersebut. Persetujuan DPRD atas kenaikan tarif PAM itu dikeluarkan oleh pimpinan DPRD periode 1999-2004.Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Mansyur Syaerozi menyatakan, akan mengajukan hak interpelasi kepada Sutiyoso untuk menolak kenaikan tarif PAM.Menanggapi hal tersebut, Sutiyoso hanya menegaskan, pihaknya siap menjelaskan kepada DPRD perihal kenaikan tarif itu. "Nanti kita jelaskan kepada dia (dewan)," kata Sutiyoso.Kenaikan tarif PAM tersebut tertuang dalam SK Gubernur Nomor 138/2005 tertanggal 20 Januari 2005 tentang Penyesuaian Tarif Otomatis Semester Satu.Tarif rata-rata kenaikan air PAM Rp 4.965/meter kubik, di mana untuk kelompok I kenaikannya 0,1 persen, kelompok II sebesar 0,11 persen, kelompok IIIA dan IIIB masing-masing 0,14 persen dan 0,12 persen. Sedangkan untuk kelompok IVA sebesar 0,11 persen. (umi/)


Berita Terkait