Kembar Siam Asal Bali
Dwipayani Menghadap Pencipta
Kamis, 03 Feb 2005 14:21 WIB
Surabaya - Berita sedih datang dari Surabaya. Salah satu bayi kembar siam, Dwipayani, menghembuskan napas terakhir setelah mengalami Systemic Inflemation Respond Syndrom (SIRS) atau pembengkakan organ jantung dan paru akibat berkurangnya oksigen ke organ tersebut. Yani, demikian panggilan bayi asal Bali itu, meninggal dunia pukul 12.00 WIB, Kamis (3/2/2005). Yani menghadap Sang Pencipta beberapa saat setelah Gubernur Bali Dewa Made Brata menjenguknya di RSUD dr Sutomo. Sementara, saudara kembar Yani yang bernama Dwipayanti kondisinya terus dipantau.Upaya untuk menyelamatkan Yani sebenarnya telah dilakukan secara maksimal oleh tim didokter sejak Selasa malam. Saat itu kondisi kesehatannya turun drastis. Alat bantu pernapasan pun dipasang. Namun usaha keras tim dokter tidak mampu melawan kehendak Tuhan.Ketua Forum Pers RSU dr Soetomo, dr. Urip Murtedjo, menjelaskan, kondisijantung dan paru-paru Yani mengalami pembengkakan akibat organ tersebut tidak tahan terhadap pelaksanaan operasi. "Pembengkakan itu menyebabkan oksigen melalui alat bantu pernapasan tidak bisa masuk. Tadi malamkita sudah berikan surfaktan untuk mengurangi pembengkaka . Namun tetap nggak bisa dan kondisinya kian menurun," urainya."Tadi juga telah dilakukan pijat jantung dan paru-paru. Namun tetap juga tidak bisa menolong," sambungnya dengan nada sedih.
(nrl/)











































