AKP Hd mengamuk di room karaoke Cafe & Resto Kumala Asri yang letaknya tidak jauh dari Mapolsek Gunungpati, Senin (16/2) petang. Diduga ia marah-marah dalam keadaan mabuk karena dua SPG rokok yang menemaninya meminta pulang.
Tingkahnya mulai menjadi-jadi dengan memukul pegawai kafe, menjambak rambut SPG yang menangis karena takut, bahkan marah-marah ketika petugas Polsek Gunungpati menjemputnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu ia bahkan mengancam petugas, Aiptu Mi'an dengan menodongkan parang dan berteriak akan membunuh. Beruntung saat itu Aiptu Mi'an tidak mengalami luka karena AKP Hd kemudian memburu Kapolsek di ruangannya.
"Jadi Kapolsek itu diginikan," kata Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Hendra Supriyatna sambil mempraktikkan pose merangkulkan tangan di leher sambil membawa parang, Kamis (26/2/2015).
Dalam kondisi genting dan membahayakan nyawa banyak orang itu, lanjut Hendra, seharusnya Kapolsek bisa mengambil tindakan dengan melepas tembakan. Namun hal itu justru tidak dilakukan, bahkan Kapolsek meminta maaf.
"Seharusnya (Kapolsek) apabila ada seseorang membahayakan nyawa orang lain bisa ambil tindakan, ditembak," tegasnya.
AKP Hd urung menyabetkan parangnya ke arah Kapolsek, namun ia mendorong Kapolsek hingga jatuh tersungkur. Saat itulah Kapolsek berusaha melarikan diri dan melompat ke arah asrama di belakang Mapolsek.
"Kapolsek lari ke arah asrama untuk menyelamatkan diri," tandasnya.
Ternyata AKP Hd masih mengamuk dan merusak mobil Kapolsek yang masih terparkir di halaman kantornya. Sementara itu petugas lainnya berusaha menghubungi pemilik Cafe & Resto Kumala Asri, Hartono untuk menjemput. Antara pemilik kafe dan AKP Hd, keduanya dikenal cukup akrab.
"Hd dijemput sama pemilik karaoke, Hartono pakai mobil," tegasnya.
Hingga hari ini, AKP Hd masih diburu. Sanksi pidana dan disiplin hingga sanksi pemecatan siap menantinya.
Sementara itu, sejumlah saksi sudah diperiksa oleh Propam Polda Jateng terkait peristiwa dan kaburnya AKP Hd. Saksi tersebut diantaranya Kapolsek Gunungpati Kompol Ahmadi, Hartono, dan beberapa orang yang mengetahui kejadian itu.
(alg/try)











































