Presiden SBY: I don't Care

Popularitasnya Merosot

Presiden SBY: I don't Care

- detikNews
Kamis, 03 Feb 2005 12:47 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mau ambil pusing dengan kritikan atas kinerja 100 hari pemerintahannya yang menyebutkan bahwa popularitasnya di mata masyarakat menurun belakangan ini."I don't care about my popularity. Yang penting terus bekerja untuk kesejahteraan rakyat," tandasnya.Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pidato sambutannya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Indistri (Kadin) 2005 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (3/2/2005).Presiden mengakui bahwa banyak kritikan pada pemerintahaanya yang disampaikan secara keras dan menggunakan kata-kata kasar. Bahkan ada yang tidak fair karena tidak berdasarkan pada kondisi objektif.Namun pemerintah tidak akan berpandangan negatif terhadap pihak-pihak yang melempar kritik, melainkan tetap melihat sisi positifnya. Setiap kritikan tetap harus dilihat secara kontruktif sebagai bahan intropeksi guna memperbaiki kinerja untuk masa ke depan."Ambil segi positifnya, sambil terus berupaya melkukan perbaikan," tambah Presiden.RPJMMenyinggung kritik terhadap Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009 yang disahkan pekan lalu, Presiden mengakui bahwa memang terdapat beberapa kekurangan di dalam rencana yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.7/2005 itu.Namun demikian pemerintah menyakini, RPJM yang merupakan hasil urun rembuk dari berbagai pihak itu mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk jangka waktu lima tahun ke depan. Adalah wajar apabila dalam pelaksanaannya nanti akan ada perbaikan dan penyesuaian dengan perkembangan yang ada.Mengingat kontribusinya yang sangat signifikan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi bangsa, Presiden mengajak para anggota Kadin untuk ikut mencermati isi RPJM dengan seksama. Sehingga nanti tercipta hubungan strategis antara pemerintah dan pelaku ekonomi demi peningkatan kesejahteraan rakyat."Sebaiknya kita tidak cuma berdebat mengenainya. Yang lebih penting adalah segera melaksanakannya dengan sungguh-sunguh, agar rencana tidak hanya tinggal rencana," ujar Presiden. (nrl/)


Berita Terkait