Suap Akil Mochtar, Wawan Susul Ratu Atut Huni Penjara Selama 7 Tahun

- detikNews
Kamis, 26 Feb 2015 13:57 WIB
Tubagus Chaeri Wardana (dok.detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman kepada Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan selama 7 tahun penjara. Adik Ratu Atut itu dihukum karena menyuap Ketua MK Akil Mochtar guna memuluskan sengketa pilkada yang diadili MK.

Korupsi Wawan merupakan korupsi berjamaah yang dilakukan untuk memenangkan Pilkada Lebak saat ditangani MK. Wawan menjadi sponsor dana bagi calon bupati Lebak dengan perantara Susi Tur Andayani yang mengantarkan uang ke Akil Mochtar. Pada 23 Juni 2014, Wawan dihukum 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta. Atas vonis itu, KPK lalu kasasi.

"Mengabulkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Menjatuhkan dengan pidana selama 7 tahun," kata Artidjo Alkostar, Kamis (26/2/2015).

Perkara nomor 2429 K/PID.SUS/2014 itu diadili pada Rabu (25/2) kemarin oleh ketua majelis Dr Artidjo Alkostar dengan anggota MS Lumme dan Prof M Askin. Dalam kasus ini, Wawan juga mengajukan kasasi karena tidak terima dihukum 5 tahun penjara.

"Menolak kasasi terdakwa," ujar majelis.

Hukuman 7 tahun penjara sama dengan hukuman yang dijatuhkan kepada Ratu Atut. Berikut daftar hukuman yang dijatuhkan dalam perkara Akilgate itu:

1. Akil Mochtar, dijatuhi penjara seumur hidup.
2. Ratu Atut, dihukum 7 tahun penjara.
3. Adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan divonis 7 tahun penjara.
4. Susi Tur Andayani, divonis 7 tahun penjara.
5. Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih dihukum 4 tahun penjara.
6. Pengusaha Cornelis Nalau Antun dihukum 3 tahun penjara.
7. Wali Kota Palembang, Romi Herton dan istrinya Masyito (masih diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta).
8. Sopir Akil, Muhtar Ependy (masih diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta), berperan sebagai kurir.
9. Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Al-Jufri (masih diproses KPK).
10. Bupati Tapanuli Tengah, Bonaran Situmeang masih disidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.
11. Bekas calon Bupati Lebak, Amir Hamzah, masih diproses KPK.


(asp/try)