"Mbaknya (SPG) mau pulang tapi tidak boleh, rambutnya dijambak. Pas saya masuk room, gelas dan mangkuk sudah pecah," ujar pengelola karaoke, Yuliana Safitri, di tempat kerjanya, Rabu (25/2/2015).
Karaoke tersebut tak jauh dari Mapolsek tempat AKP Hd bertugas. Jaraknya hanya sekitar 500 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karyawan, Nanang, menghampiri ruang karaoke Hd. Dia malah diamuk, diguyur minuman keras dan dipukul.
Yuliana was-was. Ia berangkat ke Mapolsek Gunungpati dan meminta petugas menjemput Hd. Kemudian dua polisi datang. Hd tetap marah dan mengamuk, tapi akhirnya bisa diamankan ke Mapolsek.
Di Mapolsek, Hd masih saja mengamuk. Ia mengambil parang dan mencari Kapolsek, Kompol Ahmadi. Mobil kapolsek dipukulnya dengan parang. Prang!
Usai membuat kegaduhan di kantornya sendiri, Hd melarikan diri. Hingga saat ini, ia masih diburu. Posisinya sebagai wakapolsek dipastikan hilang. "Dia tidak layak menjadi wakapolsek," kata Kapolrestabes Semarang AKBP Djihartono.
(alg/try)










































