"Di atas penampang basah ada 2.000 bangunan warga. Sudah diratakan 1.920 bangunan, sisa 80 bangunan. Akhir Februari ini selesai," kata Camat Penjaringan, Yani Wahyu Purwoko, di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (23/2/2015).
Ia mengatakan pembongkaran berlanjut di bangunan liar di atas bantaran sisi timur Waduk Pluit. Pembongkaran akan dilakukan secara bertahap. "Dari 2.000 bangunan akan dilakukan pembongkaran terlebih dahulu dari bulan Maret sampai September," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, bulan April 2016 sampai Juni 2016 dilanjutkan pembongkaran 1.000 bangunan. "Pembongkaran 5.000 bangunan selama 1 tahun plus 3 bulan," ungkapnya.
Yani menjelaskan total ada sekitar 800 KK yang sudah direlokasi ke rusun. "Mereka (warga) dipindah ke Rusunawa Muara Baru, Marunda dan Rusunawa Komarudin," terang Yani.
Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Normalisasi Kali dan Waduk DKI Jakarta, Heriyanto, menambahkan pihaknya saat ini belum mengoperasikan alat penyedot lumpur (dragger) sebelum pembongkaran bangunan diatas penampang basah selesai.
"Rencana Maret baru kita operasikan. Nantinya selama setahun akan kita keruk, targetnya ya sekitar 1,2 juta kubik lumpur atau dari kedalaman 2-3 menjadi 7 meter," kata Heriyanto.
(tfn/aan)











































