ADVERTISEMENT

Kasus Penganiayaan Siswi SMA Bertato Hello Kitty, Warga Minta Kos Ditutup

- detikNews
Senin, 23 Feb 2015 13:56 WIB
(Foto: M Afifi/detikcom)
Bantul - Kasus penganiayaan dan penyiksaan yang dipicu tatto Hello Kitty berbuntut.Warga sekitar menuntut pemerintah kecamatan Sewon segera menutup rumah kos. Warga menuding, keberadaan kos selama ini memicu keresahan warga karena sering dijadikan sebagai tempat maksiat dan pesta narkoba.

Ratusan warga dusun Saman desa Bangunharjo mendatangi kantor Kecamatan Sewon Bantul, Senin (23/02/2015). Mereka membawa poster yang di antaranya bertulis "Tuntaskan Kasus Hello Kitty", "Tutup Atau Warga Anarkis", "Hanya Satu Kata Tutup Kos Hello Kitty!" dan "Sakitnya Tuh di sini".

Dalam orasinya, warga menyebut, kos-kosan campuran (dihuni laki-laki dan perempuan) sudah lama disorot.

Pemilik kos selama bertahun-tahun tidak pernah melaporkan penghuni barunya kepada ketua RT, seperti halnya kos lain. Bahkan meski sudah diingatkan berkali-kali, pemilik kos tetap tak mengindahkan. Warga menyebut, anak pemilik kos adalah oknum perwira menengah di Polres Kulonprogo.

"Kami menuntut kos-kosan itu segera ditutup. Kami sudah lama resah karena disitu (penghuninya) seperti tidak terpantau. Pemiliknya kapolsek tapi di situ sering jadi ajang narkoba dan maksiat," kata Slamet, Kepala Dukuh Saman.

Menurut warga, kasus Hello Kitty seharusnya bisa jadi alasan tepat untuk menutup kos. Terlebih, kasus ini banyak melibatkan anak-anak remaja putri yang masih berstatus pelajar.

Lain lagi yang disampaikan Supriyati. Ia prihatin karena keluarga pemilik kos adalah kalangan penegak hukum.

"Orangtuanya itu dulunya juga polisi, anaknya sekarang juga polisi. Tapi kok tidak memberlakukan aturan ketat. Justru malah menyediakan kos bebas. Tapi karena kos bebas itu memang lebih laris di banding kos lain", katanya.

Sementara itu, kepala kantor Kecamatan Sewon Kwintarto di sela-sela pertemuan dengan perwakilan pengunjukrasa berjanji akan segera menindaklanjuti tuntutan warga.

"Nanti akan segera saya sampaikan ke bupati agar ada perda yang mengatur tentang kos-kosan. Kalau menutup saya harus punya pijakan yang tepat, tapi yang pasti akan kita sikapi," katanya.

Dalam pernyataan sikapnya, warga menuntut agar pemerintah bertindak cepat. Warga juga mengancam akan bertindak dengan caranya sendiri jika pemerintah dan pihak terkait tidak mampu menutup kos yang mereka tuding kos-kosan liar ini.

Kos yang dipermasalahkan warga ini ramai diperbincangkan semenjak kasus penyekapan LA (18) oleh 9 orang yang 5 di antaranya siswi SMA. Di kos tersebut, korban disudut rokok, digunduli hingga 'dikerjai' alat vitalnya dengan botol hanya gara-gara memiliki kesamaan tatto Hello Kitty dengan salah satu pelaku.

(try/try)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT