Kesehatan Dwipayani, Bayi Kembar Siam Menurun
Rabu, 02 Feb 2005 17:07 WIB
Surabaya - Memasuki hari keempat setelah operasi pemisahan, kondisi kesehatan Dwipayani bayi kembar siam yang berhasil dipisahkan, menurun. Sementara, Dwipayanti yang sebelumnya sakit justru membaik. Kesehatan Dwipayani menurun karena performa paru-paru dan pada bagian perut tak bekerja dengan baik. Bahasa lainnya, Dwipayani mengalami kelainan ventrical veptal defect atau kelainan bilik jantung. Hal itu berdampak pada gangguan paru-parunya.Keterangan mengenai kondisi kesehatan Dwipayani tersebut disampaikan dokter Urip Murtijo, Ketua Forum Pers RS Dr Sutomo, Surabaya saat ditemui wartawan di Gedung GBPT RS Sutomo Surabaya, Rabu (2/1/2005)."Jadi memang sebelumnya kesehatan Dwipayanti yang menurun. Namun saat ini sebaliknya Dwipayani yang sebelumnya sehat, kesehatannya menurun. Sementara Dwipayanti mulai membaik," kata Urip Murtijo. Menurut penjelasan Urip, kesehatan Dwipayanti membaik setelah mulai bisa buang air besar, dengan demikian fungsi organ sudah mulai bekerja. Namun, karena masa krisis keduanya belum lewat, masa krisis 7 hari belum dilalui, sehingga tim dokter sampai saat ini masih memantau fungsi organ keduanya.Sejumlah pejabat dari Pemda Bali dan Jawa Timur menjenguk bayi kembar siam yang berhasil dipisahkan tersebut. Selasa kemarin Bupati Badung dan Gubernur Jatim Imam Utomo. Sedangkan hari ini giliran Ny Dyah Katarina, istri walikota Surabaya bersama sejumlah rombongan ibu-ibu PKK. Kedatangan istri walikota sempat membuat kaget karena tidak menunjukkan seorang istri pejabat. Ia membawa tas ransel,sehingga lebih mirip mahasiswa sedang main. Bayi kembar siam Dwipayani-Dwipayanti dioperasi pada tanggal 29 Januari lalu. Sebelumnya menjalami perawatan sejak Mei 2004, karena kembar siam dada dan perut.
(jon/)











































