Paguyuban Budiasi–BNI bekerja sama dengan Kopassus, PT. Korindo melaksanakan penanaman pohon di DAS Ciliwung Hulu. Tepatnya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
"Dalam penanaman ini, pohon tidak hanya ditanam, namun juga dirawat dengan cara memberikan insentif kepada masyarakat sekitar selama 3 tahun," ujar Ketua Paguyuban Budiasi, Letkol. Arm. Rio Firdianto saat berbincang dengan detikcom usai acara 'Penandatanganan MoU Penghijauan DAS Ciliwung dengan Sistem Adopsi Pohon' di Desa Kadumanggu, Sentul, Bogor, Sabtu (21/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini ditujukan agar perhatian warga teralihkan untuk tidak lagi menebang / merambah hutan di hulu (Puncak) dan kesejahteraan warga pun meningkat.
"Selain itu, dengan adanya pemberian insentif tersebut, diharapkan animo warga juga semakin tinggi dalam merawat dan menjaga pohon yang telah mereka tanam/adopsi," tuturnya.
Total bibit pohon yang diberikan sebanyak 5.000 bibit mulai dari tanaman buah seperti Alpukat, Nangka, Mangga dan tanaman keras seperti Mahoni. Hal ini ditujukan agar warga/masyarakat tidak mengambil manfaat pohon yang ditanam dari kayunya, melainkan dari buah.
"Sehingga keberadaan pohon tetap lestari, pohon tidak ditebang," ungkapnya.
Di lokasi yang sama, Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Doni Monardo mengatakan pihaknya melibatkan Batalyon 23 Grup 2 Kopassus yang bermarkas di Bogor dalam program tersebut.
"Kopassus dilibatkan, ada 1 batalyon Kopassus yang di Bogor. Ketika mereka ada waktu di luar program latihan, diminta ikut membantu masyarakat, memberikan edukasi kebersihan, juga turun langsung di daerah-daerah yang tidak terjangkau masyarakat," tuturnya.
Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengapresiasi program tersebut. Menurut Siti program tersebut harus ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat dan pemprov DKI.
(mpr/fdn)











































