Untuk korban tewas baru beberapa yang diketahui identitasnya yaitu Selfiah, Sumisih, Nanda, Syarif Hidayatullah, dan Mariadi. Pendataan masih terus dilakukan pihak kepolisian karena korban selamat dibawa ke beberapa rumah sakit.
"Identitas belum semua termasuk alamat, karena koordinator rombongannya (Syarif) meninggal," kata Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Buwana di RS Bhayangkara Semarang, Jumat (20/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rohim (42), Mohammad Husen (56), Mohammad (74), Syamsudin (45), Mutarsih (48), Pratiwi (55), Pujiyanto (60), Endang Sulistyowati (40), Ny Muining (40) masuk IGD, Bu Juawiah (45), Juwadi (40), Ny. Aryani (38), dan Biutomo (30).
Di RSUP dr Kariadi, korban yang dirawat atas nama Sriyani, Sumisih, Nyaman, Parti, Warsono, Yatmin, Parwi, Wasih, Irfan, Sadin, Rantimah, Pujiati, Muckasin, M. Ghofur, Sunarni, Sriyatun, Inti Patmi, Syaiful Adim, Yakob, Juwari, Isna Hadiful, Suhartono, Imam, Muhyidin, Karina, Wariatun, Warmin, dan Nurjanah.
Diketahui bus bernopol B 7222 KGA itu mengalami kecelakaan pukul 13.00 WIB. Bus dari Pekalongan menuju Bojonegoro itu terjungkal di tikungan tajam dan melompati beton pembatas jalan hingga menghantam dinding tebing. Para penumpang berangkat dari Bojonegoro tepatnya Desa Dander sejak hari Kamis (19/2) sore kemarin. Mereka datang ke pengajian Habib Lutfi di Pekalongan dan bermaksud kembali ke Bojonegoro siang tadi.
(alg/try)










































