TNI Ikut Amankan Eksekusi Mati 2 WN Australia, Hikmahanto: Semakin Seru

Eksekusi Mati Gembong Narkoba

TNI Ikut Amankan Eksekusi Mati 2 WN Australia, Hikmahanto: Semakin Seru

- detikNews
Jumat, 20 Feb 2015 17:53 WIB
TNI Ikut Amankan Eksekusi Mati 2 WN Australia, Hikmahanto: Semakin Seru
Prof Dr Hikmahanto Juwana (ari/detikcom)
Jakarta - TNI ikut mengamankan Pulau Nusakambangan, menjelang eksekusi mati para gembong narkotika di pulau itu. Beberapa hari lalu, Perdana Menteri Tonny Abbott mengaitkan bantuan negaranya dalam bencana tsunami Aceh dengan permintaan pembatalan hukuman mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

"Semakin seru. Menurut saya TNI tidak rela bila kedaulatan NKRI diinjak-injak sehingga Panglima TNI pun turut membantu," kata pakar hukum internasional, Prof Dr Hikmahanto Juwana kepada detikcom, Jumat (20/2/2015)

Selama ini pengamanan Alzatraz-nya Indonesia itu dilakukan oleh polisi. Penambahan kekuatan dari unsur militer itu disampaikan Panglima TNI Jenderal Moeldoko atas permintaan Menkum HAM Yosanna Laoly.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penambahan ini karena hubungan RI-Australia memanas dan Panglima TNI ingin menambah percaya diri kepada pemerintah," ujar guru besar Universitas Indonesia (UI) ini.

Menurut Hikmahanto, turunnya TNI juga akibat kesalahan manuver Australia dalam membela Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Upaya perlindungan kepada keduanya lebih dimotivasi politik lokal dari partai yang berkuasa, bukan benar-benar untuk menyelamatkan 2 warganya.

Padahal, Presiden Joko Widodo sudah berkali-kali menegaskan tidak akan surut dalam memerangi kejahatan narkotika karena kondisi Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Salah satunya usaha memerangi yaitu dengan mengeksekusi mati para gembong narkoba.

"Presiden sudah benar karena memang seharusnya ia takut dengan rakyatnya dalam menjaga kedaulatan Indonesia daripada dengan tekanan-tekanan dari luar negeri yang dapat mengintervensi dan menghancurkan kedaulatan," ucap Hikmahanto.

Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi juga menyebut pernyataan Tonny Abbott soal bantuan tsunami sebagai pernyataan emosional dan mengancam.

"Kita tidak menanggapi statement-statement yang sifatnya emosional dan sifatnya mengancam. Kita tetap pada bahwa ini masalah hukum dan Indonesia tetap berkeinginan hubungan dengan Australia berdasarkan saling menghargai dan menguntungkan," ujar Menlu Retno di Istana Negara siang ini.

Retno menegaskan bahwa Indonesia tetap akan menerapkan law enforcement. Dan pemerintah konsisten menyampaikan pesan itu secara diplomatik.

"Pesan itu yang sebenarnya adalah masalah law enforcement saya tak mau mengaitkan apapun dan tidak mau menanggapi pernyataan-pernyataan," imbuhnya.

Seperti diketahui, dua hari lalu PM Abbott mengatakan kalau dirinya berharap Indonesia akan membalas kebaikan Australia. Hal itu dikaitkan dengan permintaan penundaan eksekusi mati Andrew-Myuran.

"Ketika Indonesia dilanda tsunami, Australia memberi bantuan senilai AUD 1 miliar. Kami mengirim pasukan angkatan darat dalam jumlah banyak untuk membantu Indonesia di bidang kemanusiaan," kata Abbott.

(asp/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads