Gudang berisi ratusan drum tiner tersebut mulai terbakar sekitar pukul 09:00 WIB. Diduga akibat korsleting listrik, ledakan demi ledakan yang berasal dari drum-drum berisi tiner terus membuat api semakin berkobar dan merambat ke seluruh bagian bangunan.
"Ledakannya berkali-kali, suaranya kencang sekali. Warga di sini ngga ada yang berani deket-deket, takut sama ledakan," kata Suhendar, warga sekitar yang ditemui di lokasi. Sebagian memilih menjauh dari lokasi kebakaran karena khawatir terjadi ledakan yang lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kerugian materiil yang mencapai ratusan juta, kebakaran tersebut juga mengakibatkan seorang pegawai gudang, Heri (35), mengalami luka bakar hingga 50 persen. "Luka bakar di tangan kanan-kiri, kaki kanan-kiri dan di bagian kepala sedikit, "kata Dokter Klinik Medical Center, Lala.
Setelah mendapat pertolongan pertama di Klinik Medical Center, korban Heri kemudian dilarikan RSUD Kota Depok untuk ditangani lebih lanjut.
"Penyebab kebakaran sementara ini diduga karena korsleting listrik, itu berdasarkan olah TKP sementara. Untuk kerugian belum bisa dipastikan, tapi tiner yang terbakar mencapai 96 ribu liter," kata Kapolsek Bojonggede, Kompol Ganet Sukoco di lokasi kejadian.
Saat kejadian, kata Ganet, ada 5 pegawai di dalam bangunan yang terbakar. Para pegawai sempat menyelamatkan beberapa barang di dalam gudang. "Semua pegawai selamat, hanya satu pegawai mengalami luka bakar dan korban sudah dibawa ke rumah sakit," tutupnya.
(try/try)











































