Lion Air ke Lombok Tak Juga Terbang, Penumpang ini Menyerah dan Ganti Pesawat

Lion Air ke Lombok Tak Juga Terbang, Penumpang ini Menyerah dan Ganti Pesawat

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 19 Feb 2015 19:22 WIB
Jakarta - Pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Lombok dengan nomor penerbangan JT 0652 tidak kunjung berangkat. Salah seorang penumpang pun memilih mengganti penerbangan. Semestinya pesawat ini terbang pukul 10.00 WIB.

"Ini sedang memesan tiket maskapai lain. Saya ada pekerjaan penting, besok pagi sudah harus berada di Lombok," kata salah seorang penumpang Melati Elandis saat berbincang dengan detikcom, Kamis (19/2/2015) malam.

Karena tak ada lagi tiket penerbangan ke Lombok malam ini, Melati pun memesan tiket keberangkatan dari Jakarta ke Surabaya pukul 04.00 esok pagi dengan maskapai Citilink. Dari Kota Pahlawan itu, ia akan terbang lagi menuju Lombok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena berangkatnya pagi sekali, jadi saya terpaksa menginap malam ini di hotel Bandara Soekarno-Hatta," ucap Melati yang tengah terlantar di Terminal 3 bersama ratusan penumpang Lion Air lainnya.

ย Melati kesal karena tak ada kejelasan keberangkatan dari Lion Air. Seharusnya pesawatnya berangkat pukul 10.00 WIB, namun hingga malam ini pukul 19.00 WIB, pesawat yang dinanti-nanti tak kunjung datang.

Pihak Lion Air, kata Melati, hingga malam ini juga tak memberi penjelasan kenapa pesawat tak kunjung berangkat. Lebih diperparah lagi, tak ada kompensasi apapun yang didapat dirinya dan calon penumpang lain.

"Sekadar air mineral pun dari pagi sampai malam ini nggak ada diberikan Lion Air. Makanya saya lebih baik ganti penerbangan daripada nggak jelas. Semua biaya sendiri, termasuk penginapan. Seharusnya ini pihak Lion Air yang bertanggung jawab," ucap Melati.

Dikatakan Rini, di Terminal 3 banyak penumpang Lion Air ke berbagai tujuan yang terlantar. Mereka semua duduk-duduk, bahkan tiduran di lokasi menanti kejelasan keberangkatan dari maskapai yang punya tagline 'we make people fly' itu .

Sebelumnya, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata berkata, seharusnya Lion Air memberikan informasi detail kepada calon penumpang kenapa pesawat delay. Selain itu juga memberikan kompensasi sesuai aturan.

Kemenhub, kata Barata, terus memonitor kejadian ini dan akan meminta keterangan dari Lion Air. Katanya, jika banyak kewajiban yang diabaikan, bukan tidak mungkin maskapai itu diberikan sanksi tegas.

Pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga telah angkat bicara dan merasa geram dengan Lion Air yang menelantarkan penumpang dari berbagai rute sejak Rabu (18/2/2015) siang. YLKI meminta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan turun tangan langsung membenahi manajemen Lion Air.

"Kami mendesak Menhub untuk turun tangan dalam kasus ini dengan harus mengaudit total kinerja Lion Air. Katanya Menteri Jonan pemberani, sekarang tunjukkan," ujar pengurus YLKI Tulus Abadi, dalam perbincangan, Kamis (19/2/2015).

(bar/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads