Ketua PPP: MLB Harus Permintaan Separo Lebih DPW dan DPC
Rabu, 02 Feb 2005 13:56 WIB
Jakarta - Keinginan sejumlah kader muda PPP untuk segera menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) tampaknya masih memerlukan perjuangan panjang. Pasalnya, DPP PPP sampai saat ini belum pernah membahas keinginan tersebut. Selain itu, AD/ART mensyaratkan MLB hanya bisa dilakukan jika diusulkan oleh separo lebih DPW dan DPC PPP."DPP PPP belum membicarakan soal MLB. Hanya, jika ada yang menghendaki diadakannya MLB, harus mengacu pada AD/ART. Disebutkan dalam AD/ART bahwa MLB bisa diadakan atas permintaan separo dari jumlah wilayah dan separo lebih pengurus cabang," kata Ketua PPP, Lukman Hakim saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (2/2/2005).Persyaratan MLB, lanjut Lukman Hakim, selain diusulkan separo lebih wilayah dan cabang, juga harus melalui musyawarah kerja yang dilakukan oleh wilayah dan cabang. "Keputusan pengurus cabang harus dihadiri seluruh pengurus anak cabang. Sedangkan keputusan yang diambil pengurus wilayah harus dihadiri oleh para ketua dan sekretaris cabang," katanya. Jadi proses untuk sampai ke MLB cukup panjang, karena mekanismenya tergantung DPW dan DPC. "Hingga saat ini belum ada wilayah dan cabang yang meminta diadakannya muktamar. Jadi isu MLB masih jauh," kata Lukman.Justru, Lukman menyarankan kepada pihak yang menyelenggarakan acara Silaturahmi Nasional, 25-27 Februari mendatang, lebih baik menggarap daerah-daerah untuk segera menyelenggarakan musyawarah kerja (musker). "Daripada mengundang orang se Indonesia dan menghambur-hamburkan uang di hotel mewah, lebih baik kunjungi dan dorong daerah-daerah untuk mengadakan musker," katanya.DPP PPP, kata Lukman, pada awalnya menjadwal musyawarah PPP akan diadakan pada bulan Mei 2008. Namun karena pada tahun tersebut berdekatan dengan pamilu 2009, Rapimnas PPP menyetujui muktamar dipercepat pada tanggal 1-4 Januari 2007.
(jon/)











































