Menhan: Tak Perlu Khawatir Upaya Internasionalisasi Aceh
Rabu, 02 Feb 2005 13:22 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono mengimbau berbagai pihak untuk tidak khawatir upaya internasionalisasi Aceh karena pertemuan RI dan GAM bukan pertemuan resmi."Kita harapkan mengacu pada penyelesaian akhir. Menurut perhitungan kita butuh satu atau dua kali lagi pertemuan. Sementara ini, jangan terlalu khawatir mengenai adanya upaya internasionalisasi Aceh karena ini kontak informal bukan perundingan resmi. Jadi baru penjajakan awal," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono usai Kuliah Umum 'Membaca Indonesisa' dalam HUT Soegeng Sarjadi Syndicate di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (2/2/2002).Ketika ditanya mengenai posisi RI, Menhan menjawab cukup kuat. "Saya kira kita cukup kuat di lapangan maupun di internasional untuk menghadirkan kontak (pertemuan) itu di Helsinki, karena kebetulan tawaran itu dilontarkan oleh mantan presiden Finlandia. Jadi itu akan dilakukan di Helsinki."Itu juga kita perhitungkan pada saat ini untuk menampilkan wajah bahwa kita masih mau menempuh jalan damai dan kontak-kontak informal," lanjutnya. Menhan tidak mempersoalkan bila pertemuan lanjutan dilakukan di Helsinki."Saya kira tidak ada salahnya itu dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan lanjutan yang akan dilaksanakan di Helsinki, dengan target minimal dalam pertemuan itu diharapkan ada isyarat mereka mau menerima otonomi khusus sebagai pijakan perundingan resmi. Kalau mereka bertahan dengan kemerdekaan apa boleh buat," papar Menhan.Bagaimana kalau mereka minta ikut pilkada?"Itu barang kali salah satu pemikiran jangka panjang. Kalau menerima Otsus, mereka bisa dipertimbangkan untuk ikut pilkada," demikian Menhan Juwono Sudarsono.
(aan/)











































