Pemilu Thai 6 Februari, PM Thaksin Dipastikan Menang Lagi

Pemilu Thai 6 Februari, PM Thaksin Dipastikan Menang Lagi

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2005 13:06 WIB
Jakarta - Bangsa Thailand akan menggelar pemilihan umum (pemilu) untuk memilih Perdana Menteri (PM) pada 6 Februari mendatang. PM Thaksin Shinawatra dipastikan akan kembali memenangkan pemilu.Kalangan analis menilai bahwa Thaksin akan memanfaatkan masa jabatan keduanya ini untuk membangun imej sebagai negarawan terkemuka Asia Tenggara. Demikian seperti diberitakan AFP, Rabu (2/2/2005).PM Thaksin disebut-sebut sebagai pemimpin sipil terbesar yang pernah ada di Thailand. Sejak kemenangannya pada tahun 2001, konglomerat yang menjadi PM itu telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di Asia. Serta sebagai figur yang diakui secara internasional menyusul mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad yang muncul pada tahun 1980-an.Sejumlah kesuksesan berhasil dicapai selama masa pemerintah Thaksin. Pada tahun 2003, Thaksin membawa kerajaan Thailand mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,7 persen -- terbaik regional. Ia juga berhasil membawa Thai keluar dari krisis moneter Asia 1997-1998.Di bawah kepemimpinan Thaksin, Thailand juga berhasil memerangi penyakit SARS serta flu burung yang melanda Asia. Pada Oktober 2003 lalu, Thaksin menjadi tuan rumah atas kedatangan Presiden AS George W Bush, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta pemimpin lainnya dalam KTT Asia Pasifik.Meski begitu, sama seperti pemimpin dunia lainnya, Thaksin juga tidak bisa dilepaskan dari kontroversi. Banyak kalangan menganggap Thaksin telah bersikap berlebihan dalam menangani konflik di Thailand selatan. Menurut seorang pengamat politik, Chaiwat Khamchoo, Thaksin berpotensial menjadi pemimpin yang dominan di wilayah Asia Tenggara. Namun ia juga perlu memperoleh dukungan pemimpin regional lainnya."Dia punya visi untuk menjadi pemimpin bagi wilayah, namun dia perlu mendapatkan dukungan dan bekerjasama dengan pemimpin regional lainnya," tukas Chaiwat yang juga mantan dekan ilmu politik di Universitas Chulalongkorn, Bangkok."Dia harus lebih berhati-hati untuk tidak melawan mereka," imbuhnya. (ita/)


Berita Terkait