Atasi Pemalsuan, SBY Minta Peruri Tingkatkan Pengamanan
Rabu, 02 Feb 2005 12:26 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Perum Percetakan Uang Negara RI (Peruri) meningkatkan pengamanan setiap produknya untuk mempersulit pemalsuan yang saat ini masih marak terjadi. "Bekerjalah secara cermat agar produk strategis dari instalasi vital ini tidak mudah ditiru," kata Presiden SBY dalam sambutan peresmian kawasan Perum Peruri di Parung Mulya, Karawang, Jawa Barat, Rabu (2/2/2005). Presiden juga meminta jajaran aparat keamanan menjatuhkan sanksi yang tegas dan berat kepada para pemalsu. Diingatkan Presiden, tindak pemalsuan bukan hanya menimbulkan kerugian secara ekonomis tapi juga membuat citra Indonesia di mata internasional menjadi terpuruk."Uang palsu, paspor palsu dan surat berharga palsu merupakan alat yang digunakan dalam kejahatan transnasional termasuk terorisme," kata SBY. Produk Perum Peruri saat ini antara lain uang kertas, uang logam , paspor, pita cukai, ijazah, tiket pesawat terbang dan soal-soal ujian. Sementara untuk pasar internasional, Perum Peruri juga mencetak uang logam untuk Argentina, uang kertas untuk Nepal, paspor untuk Srilangka, kemudian dokumen securitas untuk Malaysia dan Jepang.Kawasan Perum Peruri yang diresmikan hari ini berdiri di atas lahan seluas 202 hektar. Di atasnya dibangun instalasi pabrik tinta khusus , uang kertas, uang logam, yang telah beroperasi sejak 1994. Selain itu juga akan didirikan instalasi pengolahan limbah. Di areal itu nantinya juga akan dibangun kompleks perumahan bagi 2.000 orang karyaan Perum Peruri berikut fasilitas pendukung lainnya.
(iy/)











































