Suryadharma Ali Beberkan Langkah-langkah Politik PPP ke Depan

Suryadharma Ali Beberkan Langkah-langkah Politik PPP ke Depan

- detikNews
Selasa, 17 Feb 2015 23:32 WIB
Suryadharma Ali Beberkan Langkah-langkah Politik PPP ke Depan
Suryadharma Ali (dok.detikFoto)
Jakarta - PPP kubu Djan Faridz menggelar silaturahmi nasional di kantor DPP PPP. Hadir Ketua Majelis Pertimbangan Partai PPP Suryadharma Ali di acara tersebut.

Dalam sambutannya, Suryadharma mengemukakan langkah-langkah politik PPP ke depan. Di antaranya konsolidasi organisasi hingga cara menyikapi putusan PTUN minggu depan.

"Pertama yang harus dilakukan adalah konsolidasi organisasi. Dibenahi, yang belum beres diberesi. Apa yang perlu dibentuk bentuk aja, yang perlu di SK di SK-kan saja, asal jangan ada kekosongan di daerah," kata Suryadharma dalam acara Silaturahmi Nasional di kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Ketua Umum DPP PPP kubu Djan Faridz, Humphrey Djemat, pernah menyatakan jika kubunya yakin 99 persen akan menang di PTUN. Menanggapi hal itu, Suryadharma meminta segenap pengurus untuk menyambut kemenangan tersebut.

"Kedua menyongsong kemenangan tanggal 25 Februari nanti. Musda Muswil harus segera dijadwalkan. Yang penting menegaskan posisi hukum kita dibanding kubu Romi. Bahwa kita yang sah," jelasnya.

Suryadharma mengaku tak ingin PPP dikenal sebagai partai yang terbelah. Ia pun meminta segenap pengurus untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan.

"Meskipun kita merasakan konflik yang berat, memakan biaya yang tidak kecil. Konflik yang betul-betul melelahkan. Saya berharap kita tidak terlena dalam konflik. Kita harus keluar dari konflik dan lakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan," tuturnya.

Suryadharman lantas menjelaskan terkait pentingnya PPP mempersiapkan kepengurusan khusus untuk Pileg maupun Pilkada. Di mana pemilu merupakan salah satu yang harus difokuskan oleh sebuah partai politik.

"Jangan sampai persiapan pas mau Pilkada saja, tidak ada persiapan sebelum-sebelumnya," tegasnya.

(rna/fdn)


Berita Terkait