Desa Kembar Bentrok, Puluhan Senjata Api Disita

Desa Kembar Bentrok, Puluhan Senjata Api Disita

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2005 12:25 WIB
Ambon - Puluhan senjata berhasil disita aparat Polda Maluku dalam gelar sweeping di Desa Hitu Lama dan Desa Hitu Messing -- desa kembar yang terlibat bentrokan -- di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.Sweeping dilakukan pada Selasa kemarin. Di antara puluhan senjata yang disita itu, terdapat 12 senjata organik dan 9 lainnya senjata rakitan.Demikian disampaikan Wakapolda Maluku, Kombes Pol Aloysius Mudjiono, kepada detikcom Rabu (2/2/2005) di Mapolda Maluku, Jl Rijali, Ambon. "Juga ditemukan 4 bom molotov dan benda tajam lainnya," ungkap Wakapolda.Sweeping berlangsung lancar, tanpa kendala. Bahkan tidak ada bentuk penolakan atau perlawanan yang ditampakkan warga. "Semua berjalan mulus. Tak ada aksi penolakan," ujarnya.Penyisiran itu dilakukan sebagai langkah mengeliminir bentrokan antara kedua desa. "Ini langkah pencegahan saja. Nanti ada langkah-langkah dialog yang akan dilakukan juga," kata Wakapolda.Diungkapkan juga, selain mengamankan sejumlah peralatan perang milik warga itu, pihaknya juga telah mengamankan salah seorang warga pemilik senjata api organik, saat ditemukan dikediamannya. "Dia kami amankan hanya untuk dimintai keterangan saja. Kami tidak tahan," ujarnya.Mudjiono yang baru saja bertugas di Ambon bulan lalu, mengatakan aksi sweeping melibatkan 550 personel Brimob BKO asal Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat serta satu peleton dari Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.MendukungMenyikapi aksi sweeping itu, tokoh masyarakat Hitu Lama, Hi Ahmad Slamat, kepada detikcom menyatakan dukungannya terhadap aksi itu. "Ini langkah bagus pihak Kepolisian. Soalnya, jika tidak sweeping, bentrokan warga akan menggunakan senjata api maupun bom. Dan ini sangat membahayakan," kata dia.Dia juga menyarankan agar aksi sweeping dilakukan kembali. Pasalnya, masih banyak senjata yang beredar di tangan warga kedua desa. "Juga ada bom molotov. Jadi kalau bisa dilakukan sweeping dadakan," kata koordinator nelayan kedua desa ini.Hal yang sama disampaikan Hi Ahmad Waliulu. Mantan Kades Desa Hitu Lama ini bahkan meminta ketegasan aparat dalam menindak tegas setiap warga yang kedapatan memprovokasi keadaan untuk kisruh kembali. "Kami minta tindak tegas kepada warga yang ditemukan menghasut warga untuk bentrok kembali," saran dia.Seperti diberitakan, bentrok desa kembar terakhir terjadi pada Sabtu (29/1/2005), sekitar pukul 23.00 WIT. Menurut sumber detikcom di Polres setempat, bentrok ini menyebabkan 2 buah rumah terbakar dan 8 warga dikabarkan terluka akibat tembakan senjata rakitan maupun lemparan bom molotov. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads