Krisis Darfur, Annan Didesak untuk Bertindak atau Mundur
Rabu, 02 Feb 2005 10:35 WIB
Jakarta -
Konflik di wilayah Darfur, Sudan belum juga berakhir. PBB sebagai badan dunia dituding tidak berbuat apa-apa untuk mengatasi krisis kemanusiaan itu.Sekjen PBB Kofi Annan pun didesak untuk segera bertindak atau jika tidak, pemimpin badan dunia itu sebaiknya mundur. Demikian dicetuskan dua anggota parlemen AS, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/2/2005).Kedua figur tersebut, Senator Sam Brownback dari Kansas dan Frank Wolf dari Virginia juga mengkritik laporan PBB yang dirilis Senin (31/1/2005) lalu karena tidak menyarankan tindakan apapun untuk menghentikan jatuhnya korban jiwa di Darfur. Menurut keduanya, laporan PBB itu telah disabotasi oleh politik internal PBB."Kita tidak bisa menunggu lebih lama untuk adanya tindakan kredibel mengenai Darfur," tukas Brownback. "Waktunya sekarang bagi Sekjen Kofi Annan untuk memimpin atau pergi," imbuhnya.Kedua anggota parlemen partai Republik itu mengatakan bahwa dihentikannya pembunuhan di wilayah barat Sudan itu akan menjadi tes apakah PBB masih tetap relevan di abad 21. Sekitar 70 ribu orang diperkirakan meninggal, kebanyakan akibat kelaparan dan penyakit di Darfur. Sementara sekitar 1,5 juta jiwa lainnya telah kehilangan rumah dan kini tinggal di kamp-kamp berbahaya selama konflik yang telah terjadi dua tahun tersebut.Kedua Senator AS itu juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menerapkan sanksi bagi pemerintah Sudan, termasuk embargo senjata, melarang investasi di Sudan dan meningkatkan jumlah pasukan penjaga perdamaian Afrika di Darfur.Seorang juru bicara PBB membantah keras kritikan yang dialamatkan kepada Annan tersebut. Menurut Fred Eckhard, Annan tidak dalam posisi untuk memaksakan tindakan. Dikatakannya, apa yang bisa dilakukan Annan hanyalah terus berusaha."Saya pikir salah jika menganggap bahwa dia bisa memaksa mereka (Dewan Keamanan PBB) mengambil tindakan dan jika ia tidak berhasil, ia diwajibkan untuk mengundurkan diri," tegas Eckhard.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































