Campak dan Malaria Serang Warga Aceh, Obat Sulit Didistribusi
Rabu, 02 Feb 2005 06:03 WIB
Jakarta - Pasca bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, berbagai kasus kesehatan mulai muncul menyerang penduduk yang selamat.Menurut rilis Lembaga Informasi Nasional yang diterima detikcom, Rabu (2/2/2005), penyakit yang banyak menyerang penduduk adalah campak dan malaria. Untuk mengantisipasi campak, tim kesehatan melakukan imunisasi campak di berbagai tempat di NAD. Dari 132.648 anak, sampai tanggal 31 Januari 2005, yang sudah diimunikasi sebanyak 78.292 anak (59%).Selain campak, penyakit lain yang banyak menyerang warga adalah malaria. Hingga kini telah ditemukan 59 kasus klinis penyakit malaria, 8 di antaranya positif Malaria Falsifarum.Pemberantasan malaria dilakukan dengan penyediaan obat-obatan, antara lain berupa RDT sebanyak 2.200 buah, Chloroquine dan Primaquine masing-masing 200 kaleng, 2.200 tablet ACT serta 475 ampul Arthemeter.Hambatan yang masih dihadapi oleh tim kesehatan sampai saat ini adalah sulitnya transportasi untuk mengangkat logistik termasuk obat-obatan dan tenaga medis ke lokasi bencana.Sementara itu WHO telah memperkirakan sekitar 50% dari populasi NAD akan mengalami trauma pasca bencana. Karena itu 100.000 orang akan diberi pelatihan mengenai mental health skill untuk trauma yang berhubungan dengan stress.Menurut perkembangan terakhir, tercatat jumlah korban di NAD yang telah dimakamkan sejumlah 108.110 jiwa, korban luka yang dirawat 4.315 orang, dan yang dirawat jalan sejumlah 72.397 orang.
(ast/)











































