"Nanti minggu depan akan kita putuskan. Bisa Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu," kata Presiden Jokowi di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (5/2/2015) atau 10 hari yang lalu.
Pernyataan tersebut sempat membuka harapan baru sehingga permasalahan dapat diselesaikan. Tetapi pada suatu kesempatan setelah sepekan dari pernyataan tersebut, Presiden Jokowi menyatakan ada masalah yang bertumpuk dari kekisruhan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi ada evaluasi, ada perhitungan yang berkaitan politik dan hukum semuanya harus dihitung. Kalau masalahnya hanya satu tak bertumpukan, satu kali 24 jam sudah saya putuskan," ujar Jokowi pada Jumat (13/2/2015).
Tim Independen yang selama ini diminta pendapat oleh Presiden juga terus berkoordinasi. Wakil Ketua Tim Independen Jimly Asshiddiqie menyebut bahwa semua masukan sudah diterima Presiden, namun masih ada momentum yang ditunggu.
Memang, esok (16/2) adalah putusan dari sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan pentolan KIH lainnya juga meminta agar Jokowi mengumumkan nasib Budi yang calon tunggal Kapolri itu setelah putusan sidang.
Akan tetapi pada hari ini Sekjen NasDem Patrice Rio Capella yang juga pentolan KIH menyebut ketumnya, Surya Paloh tak masalah bila pelantikan Budi Gunawan dibatalkan. Ketum Hanura Wiranto juga menyatakan akan menerima keputusan apa pun dari Presiden.
Hingga kini belum ada tanda-tanda Presiden Jokowi akan memberikan pengumuman di Istana Negara. Tak tampak tamu yang datang menemui Presiden, termasuk Mensesneg Pratikno dan Seskab Andi Widjajanto yang biasanya hadir bila ada pengumuman penting di Istana.
(bpn/erd)











































