Pasca Gempa, Warga Lumajang Sempat Mengungsi
Selasa, 01 Feb 2005 21:34 WIB
Lumajang - Seusai gempa tektonik yang terjadi Selasa (1/2/2005) dini hari, sebagian warga Lumajang sempat mengungsi mencari tempat yang aman. Mereka khawatir gempa akan disusul oleh tsunami.Kepala Sub Bagian Informasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Edi Khusaeni mengatakan, gempa tektonik yang terjadi Selasa (1/2/2005) pukul 03.21 WIB telah mengguncang hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gempa tersebut sempat tercatat oleh petugas pengamat gunung berapi di Gunung Sawur dan Gunung Lamongan dengan skala Amplitudo 32 mm. Getaran yang diakibatkan dari gempa itu kecil sekali. Menurut pendekatan biasa, jelas Edi, getaran gempa hanya dapat terasa oleh orang yang tidak sedang melakukan kegiatan. Secara umum warga tidak tahu kalau terjadi gempa. Gempa itu juga tidak mengakibatkan kerusakan maupun korban jiwa. "Adanya gempa tersebut di wilayah laut pesisir selatan Jatim juga tidak menunjukkan terjadinya gelombang besar dari air laut (tsunami). Bahkan gelombang air laut masih dalam kondisi normal," katanya kepada wartawan di Lumajang, Selasa (1/2/2005). Edi juga mengatakan, sekitar 450 orang warga di Kecamatan Tempursari yang bermukim di wilayah tepian pantai selatan Tempursari, Desa Bulu Rejo- Karangmenjangan, sempat mengungsi dan mencari tempat yang dianggap aman.Mereka merasa takut jika terjadi pasang air laut seperti hari Senin (9/1/2005) lalu. "Mereka sangat khawatir akan terjadinya gelombang tsunami," ujarnya. Namun, lanjut Edi, munculnya gelombang air laut yang ditakutkan masyarakat setempat tidak sampai terjadi, sehingga mereka berangsur-angsur kembali ke rumahnya masing-masing. Sebagian dari mereka, khususnya para nelayan, juga sudah memulai aktivitas melaut dan mencari ikan. Upaya yang dilakukan Pemkab Lumajang, tambah Edi, yaitu telah membentuk pos-pos penanggulangan bencana dan mengadakan sosialisasi kepada warga dalam menghadapi bencana alam, baik gempa akibat vulkanik (gunung) maupun gempa tektonik (pergeseran tanah)."Ini sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam memberikan informasi dan mengantisipasi apabila terjadi bencana alam," jelasnya.Edi juga mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai terjadinya gempa. "Sekali lagi, kepada masyarakat yang ada di wilayah Gunung Lamongan, di Lumajang, maupun masyarakat di pesisir pantai selatan Jatim, agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa maupun adanya pasang air laut," ujarnya.
(ast/)











































