"Tadi pagi saya ketemu Pak Jokowi, Pak Surya Paloh, rekan-rekan KIH. Mereka mengagumi, agak heran ada parpol sesemangat kader Partai Hanura," kata Wiranto dalam pidato politiknya di penutupan Munas II Hanura di Hotel Lor In, Jl Adi Sucipto, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2015).
Wiranto bersyukur Munas II Hanura bisa berjalan tertib hingga akhir. Padahal, kata Wiranto sempat ada isu kericuhan yang menghantui pelaksanaan munas. Namun isu itu akhirnya tak terbukti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa contoh tatkala sikap mengalah untuk tujuan yang besar tak dimilki, partai itu pecah. Ada partai yang menggelar munas tandingan, ada rapimnas tandingan, itu karena mereka menjaga perbedaan tetap dibawa jadi konflik," ujar Wieanto.
Wiranto berjanji akan menjaga Hanura tetap demokratis. Dia tak akan bersikap otoriter di Hanura. "Di Hanura, saya tak mungkin bersikap seperti Panglima ABRI," ujar mantan capres Golkar ini.
Wiranto telah terpilih untuk kembali memimpin Hanura di periode 2015-2020. Dia menargetkan akan membawa Hanura menjadi partai menengah.
"Dengan kesolidan kita, saya yakin kita bisa," pungkasnya.
(trq/fjp)










































