"Hanura mempersilakan setiap individu untuk memilih atau mendirikan partai lain, tidak masalah," kata Wiranto di arena Munas II Hanura di Hotel Lor In Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2015).
Hanura tak takut bersaing dengan Perindo. Wiranto juga tak khawatir Perindo akan mengambil para pemilih Hanura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hary Tanoe sempat menjadi petinggi di Hanura setelah keluar dari NasDem. Selain menjadi Ketua Bappilu, Hary Tanoe juga menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Hanura. Tak berhenti sampai di situ, Hary Tanoe juga telah dideklarasikan sebagai cawapres Wiranto oleh Hanura.
Namun rupanya kehadiran Hary Tanoe hanya cukup membuat Hanura kembali masuk Senayan, tanpa pertambahan kursi di DPR. Alih-alih kursinya bertambah, Hanura malah hanya bisa mendapatkan 16 kursi DPR, lebih sedikit satu kursi dibanding pemilu sebelumnya.
Hary Tanoe lalu keluar dari Hanura tak lama setelah Pemilu 2014 selesai. Kini dia memimpin Partai Perindo yang dideklarasikannya 7 Februari lalu. Hary Tanoe menjadi ketum, dan Ahmad Rofiq sekjennya.
(trq/fjp)











































