Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto menyampaikan, pihak kepolisian bergerak pada Jumat (13/2) setelah masuknya sejumlah laporan masyarakat.
"Ada tersangka pelaku yang masih anak-anak, umur 14 tahun," jelas Arief, Sabtu (14/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh L, uang itu pun dia bagi lagi. Untuk rekannya M yang menjadi perantara Rp 100 ribu dan pemilik rempat pijat Rp 50 ribu. Praktik ini sudah terjadi beberapa kali.
Ternyata sepak terjang M remaja 14 tahun ini tak cuma L saja. Dia pernah juga mengajak temannya S (17) untuk menjual keperawanannya. M pun kemudian membawa S ke panti pijat itu dan menjual keperawanannya ke seorang pria Rp 2,5 juta.
Selain itu juga, ada korban lainnya berinisial A. Korban menjual diri dengan imbalan Rp 500 ribu rupiah. A diketahui masih bersekolah di sebuah SMA di Singkawang dan kini dalam kondisi hamil.
Ada lagi remaja lainnya, SY yang juga masih bersekolah. Karena pergaulan dia menjual dirinya kepada seorang lelaku hidung belang. Lucunya, imbalan yang didapatkan bukan uang. Tetapi diberi pinjam mobil pelaku selama satu hari.
Pihak kepolisian sudah mengamankan para korban dan mengembalikannya ke keluarga. Sedangkan pelaku yang terlibat dalam perdagangan orang sudah diamankan.
(ndr/mad)











































