Mestinya pembahasan RAPBN-Perubahan itu alotnya di tingkat I yakni di rapat kerja. "Kami melihat baru kali ini pembahasan APBNP bukan lancar-lancar aja, ini alot. Biasanya itu kalau APBNP ataupun APBN pembahasan tingkat dua itu sudah tinggal mengesahkan," kata Taufik kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (13/2/2015).
Menurut Taufik salah satu yang membuat pembahasan alot adalah adanya sinkronisasi beberapa kementerian baru. Badan Aggaran, kata politisi Partai Amanat Nasional itu, kesulitan menentukan pihak yang diundang untuk ikut membahas RKAKL pada satu kementerian. "Ini baru pertama kalinya dalam sejarah," kata Taufik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penyebab banyaknya interupsi adalah kesepakatan di tingkat Badan Anggaran DPR dini hari tadi belum diterima oleh seluruh anggota. Anggota F-PDIP termasuk yang menginterupsi, termasuk Aria Bima dan Rieke Diah Pitaloka.
Rapat diskors hingga pukul 15.00 WIB, namun kemudian ditunda lagi dan baru akan mulai pukul 19.00 WIB. Yang menarik adalah cerita di balik lobi berjam-jam itu.
Bukan hanya tentang anggaran yang membuat lobi alot, polemik Komjen Budi Gunawan juga disebut-sebut masuk dalam pusaran pembahasan. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun membenarkan bahwa molornya pembahasan disebabkan polemik Komjen Budi.
"Saya tidak tahu (lobi lama karena BG) tapi ada saja. Ada pandangan umum di DPR. Kita beri terlalu banyak kemudahan ke presiden. Jangan presiden bikin malu DPR. Ini pemerintah dipermudah," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2015) sore.
(erd/try)











































